Adiwiyata

Adiwiyata (4)

Tuesday, 26 February 2019 07:57

SEKOLAHKU PEDULI SAMPAH

Written by

SEKOLAHKU PEDULI SAMPAH

Jumat, 22 Februari 2019 SMKN 4 Yogyakarta melaksanakan rangkaian kegiatan untuk memperingati HPSN ( Hari Peduli Sampah Nasional ). Kegiatan pada hari itu diisi dengan berbagai macam kegiatan diantaranya adalah lomba peragaan busana dan yel-yel tingkat SMP dan SMA / SMK, pameran produk kesenian, dan penandatangan prasasti oleh walikota Yogyakarta.

hpsnhpsn1

 

Tuesday, 29 January 2019 09:15

Kolam Surya SMK Negeri 4 Yogyakarta

Written by

Kolam Surya

SMK N 4 yogyakarta Adalah salah satu sekolah yang telah menerapkan konsep ADIWIYATA. Salah satu usaha SMK N 4 untuk menerapkan konsep tersebut adalah dengan membuat Kolam Surya. Kolam Surya adalah sebuah kolam ikan yang airnya merupakan limbah air wudhu yang telah melewati proses fertilisasi. Kolam ini dibuat untuk menanggulangi masalah air wudhu yang terbuang sia-sia setiap harinya.

kolam surya

Cara kerja kolam surya adalah air wudhu yang terbuang akan di alirkan ke kolam ikan, setelah itu diteruskan ke pompa yang akan menyaring air wudhu tersebut dengan alat filter dalam pompa tersebut. Pompa yang digunakan tidak menggunakan tenaga listrik yang berasal dari PLN, melainkan  tenaga surya yang berasal dari panel surya yang telah dipasang. Setelah itu air yang telah memalui proses fertilisasi akan menuju kolam lagi dengan melalui air mancur yang berbentuk replika air terjun. Air kolam yang berlebih akan keluar melalui pipa pralon dan akan diteruskan ke tempat peresapan air.

kolam surya 1

Kolam Surya memiliki beberapa manfaat, yaitu sebagai tempat fertilisasi limbah air wudhu, sebagai habitat ikan yang berada di kolam surya, dan menjadikan tanah di SMK N 4 subur karena mengalir ke peresapan air. Sekarang pun SMK N 4 tetap meningkatkan usahanya untuk menjadi sekolah ADIWIYATA yang lebih baik lagi dengan segala kreatifitas dan inovasi yang akan di lakukan seluruh warga sekolah.

kolam surya 3

Thursday, 10 January 2019 14:27

PAPERLESS SCHOOL SYSTEM MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA Featured

Written by

PAPERLESS SCHOOL SYSTEM MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA

Oleh : Widiatmoko Herbimo

PENDAHULUAN

Tingginya kebutuhan terhadap kertas berdampak pada ketersediaan kayu dimana dalam industri kertas, kayu diolah menjadi bubur kertas (pulp) dan kemudian diolah lagi menjadi kertas. Para ahli lingkungan berpendapat bahwa rata-rata penggunaan kertas di perkantoran adalah sebanyak 0,5 kg kertas per orang per hari. Dengan jumlah pekerja di DIY sebanyak 3 juta jiwa-anggaplah setengahnya saja atau 1,5 juta jiwa yang bekerja dengan menggunakan kertas, maka kurang lebih sekitar 1 juta kg kertas yang dikonsumsi oleh aktivitas kerja setiap harinya. Jika untuk memproduksi 1 ton kertas membutuhkan 10 batang pohon, maka dalam satu hari ada 10.000 batang pohon yang ditebang demi konsumsi kertas aktivitas perkantoran di DIY saja. Perubahan gaya hidup serta penyesuaian akan perkembangan jaman menyebabkan penggunaan kertas terus meningkat, baik kertas untuk kebutuhan tulis/cetak maupun kebutuhan kertas untuk sanitasi, makanan/minuman dan penunjang gaya hidup lainnya.

Peningkatan kebutuhan kertas tentunya diiringi dengan peningkatan kebutuhan akan bahan baku dan bahan tambahan lainnya. Konsekuensinya adalah terjadi peningkatan limbah dari proses produksi kertas dan peningkatan jumlah kertas bekas. Untuk memenuhi kebutuhan kertas nasional yang besarannya sekitar 5,6 juta ton/tahun, diperlukan bahan baku kayu dalam jumlah sangat besar dan mahal. Kebutuhan ini tidak dapat tercukupi dari Hutan Tanaman Industri (HTI) Indonesia. Oleh karena itu melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Peraturan Menteri LH Nomor 5 Tahun 2013 membuat program Adiwiyata, yang bertujuan mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup melalui kegiatan pembinaan, penilaian, dan pemberian penghargaan.

Dengan adanya sekolah Adiwiyata diharapkan menjadi awal pijakan pembelajaran terhadap lingkungan sehingga dapat mewujudkan tujuan dari negara Go Green. Pada dasarnya Go Green adalah mengajak untuk melakukan efisiensi dalam kegiatan belajar mengajar, efisiensi pengelolaan sampah, efisiensi penggunaan lahan, efisiensi penggunaan listrik, dan efisiensi penggunaan air. Untuk mewujudkan tujuan tersebut salah satunya adalah penggunaan Teknologi Informasi dalam menuju sekolah paperless.

 

 

 

 

SEKOLAH ADIWIYATA

Berdasarkan Peraturan Menteri LH Nomor 5 Tahun 2013, sekolah adiwiyata adalah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Sekolah Adiwiyata diharapkan melakukan program ini berdasarkan prinsip edukatif, pastisipatif, dan berkelanjutan. Kegiatan utama diarahkan pada terwujudnya kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Disamping pengembangan norma-norma dasar yang antara lain adalah kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup maupun sumber daya alam. Prinsip dasar Sekolah Adiwiyata adalah partisipatif dan berkelanjutan, dimana komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab, dimana seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komperensif.

  Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip dasar Program Adiwiyata yaitu partisipatif dan berkelanjutan. Pengembangan kebijakan sekolah tersebut antara lain :

  1. Visi dan misi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
  2. Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup.
  3. Kebijakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (tenaga kependidikan dan non-kependidikan) di bidang pendidikan lingkungan hidup.
  4. Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumber daya alam.
  5. Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
  6. Kebijakan sekolah untuk pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan hidup.

 

Penyampaian materi lingkungan hidup kepada para peserta didik dapat dilakukan melalui kurikulum secara terintegrasi atau monolitik. Pengembangan materi, model pembelajaran dan metode belajar yang bervariasi, dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan sehari-hari. Pengembangan kurikulum tersebut dapat dilakukan antara lain :

  1. Pengembangan model pembelajaran lintas mata pelajaran.
  2. Penggalian dan pengembangan materi dan persoalan lingkungan hidup yang ada di masyarakat sekitar.
  3. Pengembangan metode belajar berbasis TIK, lingkungan, dan budaya.
  4. Pengembangan kegiatan kurikuler untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta didik tentang lingkungan hidup.

 

 

TIK UNTUK PAPERLESS

Keberadaan teknologi informasi bagi suatu sekolah merupakan hal yang sangat penting. Dengan penerapan teknologi informasi secara tepat, suatu sekolah dapat memiliki competitive advantage dalam kegiatan pembelajarannya. Dalam tulisannya, Tjumina, mengutip dari majalah SWA, mengemukakan bagaimana cara membangun sistem teknologi informasi (TI) yang ideal, yaitu :

  1. Harus mengetahui visi dan misi sekolah. Sistem teknologi informasi yang dibangun harus sejalan dengan visi dan misi tersebut.
  2. Menentukan sistem teknologi informasi seperti apa yang dibutuhkan. Ini perlu dirumuskan dengan jelas, apakah teknologi informasi itu dibutuhkan secara sophisticated atau sekedar pendukung.
  3. Harus mampu memilih sistem teknologi informasi yang tepat, yang mampu mengakomodasikan semua kebutuhan sekolah. Di sini diperlukan adanya survey terlebih dahulu.
  4. Proyek teknologi informasi bukan sekedar proyek orang IT, tetapi harus menjadi proyek sekolah sehingga perlu melibatkan semua pihak dalam sekolah.

 

Pada penerapannya. teknologi informasi sangat terlihat manfaatnya yaitu dalam membangun infrastruktur untuk mengelola dan distribusi dokumen, berkas, laporan-laporan, yang kesemuanya akan terintegrasi langsung ke komputer. Sebagai contoh, pengiriman laporan melalui email akan berakibat pada pengurangan penggunaan kertas yang tidak perlu. Langkah pengurangan penggunaan kertas untuk aktivitas sekolah sudah teraplikasi dengan baik. Konsep ini dikenal sebagai paperless School. Paperless School adalah lingkungan sekolah di mana penggunaan kertas dihilangkan atau digunakan dengan bijak. "Going paperless" dapat menghemat anggaran, meningkatkan produktivitas, menghemat ruang, membuat dokumentasi elektronik, mempermudah berbagi informasi, dan meminimalkan penggunaan kertas. Adanya perkembangan teknologi informasi turut mendukung meningkatnya penerapan konsep paperless school di beberapa sekolah. Manfaat jika Paperless School System diterapkan, antara lain adalah :

  1. Efisien waktu

Kecepatan distribusi dan kecepatan pencarian menjadi karakteristik penting dari keberadaan Paperless School System. Keuntungan pada aspek waktu, akan terlihat jika individu-individu yang terlibat pada sistem ini terdistribusi dalam wilayah yang luas, dan memiliki mobilitas tinggi.

  1. Manajemen dokumentasi lebih baik

Dengan penataan data yang  rapi, maka semua dokumen dapat terekam dan disimpan dengan  baik. Jika suatu saat dilakukan pelacakan maka akan sangat terasa manfaat dari adanya Paperless School System ini.

  1. Kenyamanan kerja lebih baik

Aspek ini menekankan pada pola komunikasi yang cepat dan akurat yang dapat diwujudkan, sehingga dapat mengurangi kesalahpahaman.

  1. Mendukung terjadinya keputusan yang lebih baik

Pada aspek ini dimungkinkan terjadinya penyajian informasi dan komunikasi yang lengkap, dan dapat dilakukan pelacakan permasalahan berdasarkan dokumen yang tersimpan secara rapi.

  1. Manajemen lebih terkendali

Maksud dari aspek ini yaitu bahwa penerapan Paperless School System dapat dimungkinkan jika aplikasi yang diterapkan menyertakan fasilitas evaluasi dan pemantauan setiap surat keputusan yang diterbitkan yang memerlukan laporan dan evaluasi hasil kerja.

  1. Membaiknya citra organisasi

Dengan semakin baiknya manajemen dan pelayanan yang diakibatkan dengan berbagai penyajian informasi yang akurat dan cepat, maka akan memberikan nilai positif bagi pihak manapun yang berhubungan dengan organisasi tersebut.

 

PENUTUP

Dapat disimpulkan bahwa Paperless School System dapat membantu sekolah, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan di Yogyakarta dalam melaksanakan nawacita-nya sebagai Sekolah Adiwiyata. Penerapan Paperless School System seutuhnya di masa depan akan bermanfaat bagi kualitas lingkungan yang lebih baik, juga dapat mempermudah urusan administrasi sekolah sehari-hari. Penerapan Paperless School System dapat kita lakukan mulai dari hal yang sederhana, misalnya mengurangi penggunaan kertas, dengan memaksimalkan penggunakan media pembelajaran berbasis android. Oleh karena itu, diharapkan adanya Paperless School System dapat mewujudkan SMK di Yogyakarta menjadi Sekolah Adiwiyata.

Widiatmoko Herbimo

Guru SMK Negeri 4 Yogyakarta

Tuesday, 01 January 2019 10:32

Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan

Written by

SMKN 4 YOGYAKARTA | ES EM KA ADIWIYATA

 Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan

 smk4jogja adiwiyata

 

 

“ADIWIYATA” mempunyai makna tempat yang baik dan ideal untuk memperolah segala ilmu pengetahuan, berbagai norma dan etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Tujuan Program Adiwiyata adalah untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung  pembangunan berkelanjutan.

Dasar hukum program Adiwiyata diantaranya adalah :

  1. Kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) telah disepakati 19 Feb 2004 (KLH, Depdiknas, Depag dan Depdagri)
  2. Program Adiwiyata dicanangkan 21 Feb 2006 sebagai percepatan pengembangan PLH jalur pendidikan formal pada Pendidikan Dasar dan Menengah
  3. Kesepakatan Bersama Menteri Lingkungan Hidup dengan MenDikNas Nomor 03/MENLH/02/2010 dan nomor 01/II/KB/2010 tentang Pendidikan Lingkungan Hidup
  4. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata

Edukatif :

              Prinsip dasar program Adiwiyata adalah proses pembelajaran  baik di dalam kurikulum maupun dalam perilaku, Partisipasif :   Komunitas sekolah terlibat, dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab serta peran. Berkelanjutan: Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif.

 Komponen program Adiwiyata meliputi 4 yaitu: (1) Kebijakan Berwawasan Lingkungan, (2) Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan, (3) Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif, (4) Pengelolaan Sarana Prasarana Pendukung Ramah Lingkungan.

Keuntungan sekolah mengikuti program Adiwiyata adalah mendukung pencapaian standar kompetensi/kompetensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pada pendidikan dasar dan menengah serta meningkatkan efisiensi penggunaan, operasional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energi, menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif.                                                  

Adapun kegiatan Program Adiwiyata di SMKN 4 Yogyakarta dilaksanakan sesuai dengan program kerja yang sudah dibuat oleh TIM Adiwiyata dengan berdasarkan Kajian lingkungan yang dibuat sebelumnya. Kegiatan program Adiwiyata di SMK Negeri 4 meliputi empat komponen yaitu kebijakan, partisipasi, kurikulum berbasis lingkungan dan saranan prasarana pendukung program Adiwiyata.

             

Siswa SMKN 4 terlibat aktif dalam kegiatan yang mendukung program Adiwiyata, misalnya pelatihan 3 R, bank sampah, pelatihan hidroponik, pelatihan biopori, pelatihan komposing, dan lainnya.

bank sampah smkn4jogja

Siswa dalam kegaiatan bank sampah

pelatian 3R smkn4jogja

Siswa dalam kegiatan pelatihan 3 R

hidroponik smkn4jogja

Siswa dalam kegiatan pelatihan hidroponik

biopori smkn4jogja

Siswa dalam kegiatan pelatihan pembuatan biopori

Bukan hanya partisipasi dan kebijakan yang menjadi prioritas SMKN 4 Yogyakarta untuk mendukung program Adiwiyata. Beberapa Sarana prasarana yang ada di sekolah terlihat untuk mendukung program Adi Wiyata di SMKN 4 Yogyakarta. Misalnya Pengadaan slogan-slogan yang berbasis lingkungan, penamaan pohon, pengadaan garden school, tersedianya area untuk memajang hasil karya siswa baik berupa karya lukis maupun barang ramah lingkungan.

karyasiswa berbasis lingkungan

Hasi lkarya siswa berbasis lingkungan

herbal garden smkn4jogja

Herbal Garden (Tanaman obat) salah satu pendukung fisik Adiwiyata

 

Hasil yang diharapkan dari program ini adalah  sekolah menjadi tempat pembelajaran tentang nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lngkungan hidup yang baik dan benar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar. Dengan  mengikuti Adiwiyata dapat meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui kegiatan pengendalian pencamaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi Lingkungan di sekolah.

Pada anggal 31 Juli 2018 mendapatkan Penghargaan Sekolah Adiwiyata         Tingkat Kota Yogyakarta.

penghargaan adiwiyata

Adiwiyata

 

Contact US

SMK Negeri 4 Yogyakarta

Jalan Sidikan 60 Umbulharjo Yogyakarta

Telp : 0274 - 372238

Fax : 0274 - 372238

e-mail : info@smkn4jogja.sch.id

 

SMKN 4 Jogja

Search